Translate

Beda Antar Cinta, Suka, dan Sayang

Posted: Sabtu, 24 Maret 2012 by Ajiex Estrada in Labels:
0

Dihadapan orang yang kau cintai, Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit Dihadapan orang yang kau cintai Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, Kau hanya merasa senang dan gembira saja. Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, Matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, Engkau hanya tersenyum saja Dihadapan orang yang kau cintai, Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam Dihadapan orang yang kau sukai Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja. Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja. Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga, Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama. "Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu rasa saying…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus kehilangan. Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......

Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal

Posted: by Ajiex Estrada in Labels:
0

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri. Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru. Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal : * Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi. Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu. * Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri * Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran. * Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi... Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang. * Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam. * Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain. * Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !

Pernahkah Kamu Bertanya ????

Posted: by Ajiex Estrada in Labels:
0

Pernahkan kita merasa,.. suatu saat ada resah yang melanda... Ada pula gundah yang menjelma... Tentang makna keikhlasan yang tak bernoda.. Disaat kebersamaan yang begitu bermakna.. Pernahkan kita jujur bertanya. Tentang gejolak yang kadang melanda.. Membawa harap tentang cinta.. Ditengah persahabatan dan ukhuwah diantara kita.. Jiwa ini bertanya.. Haruskah keihlasan menafikan harapan,.. Haruskah keikhlasan menghapus segala asa dan cita.. Tentang Damba Cinta Anak Manusia..

TUHAN ( ALLAH )

Posted: by Ajiex Estrada in Labels:
0

Takut kepada tsunami dan takut kepada Tuhan itu berbeda. Takut kepada bahaya, membuat kita menjauh. Tapi, takut kepada Tuhan, membuat kita semakin mendekat, dan menemukan kedamaian dalam keindahan, dan keindahan dalam kedamaian, di dalam kasih sayang Tuhan. Pernahkan engkau melihat bayi yang baru belajar jalan, yang ditakut-takuti oleh ayahnya yang nakal? Bayi itu tidak berlari menjauhi sang ayah, tapi justru berjalan tertatih dengan rintihan dan wajah meminta pertolongan kepada ayahnya. Kepada siapa lagi sang bayi itu mendapatkan perlindungan, kecuali dari ayahnya, walaupun sang ayah sedang jahil? Tuhan tidak pernah menjahatimu, engkau jiwa yang dicintai-Nya. Tidak ada sedikit pun dalam niat Tuhan kecuali memuliakanmu. Takutlah kepaaa Tuhan. Mendekatlah, dan temukanlah kedamaian dan keindahan. Tuhanmu itu Maha Cinta dan Maha Indah.